Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Info Pelanggaran Lalu Lintas Sewa mobil bogor
Pelopor keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya bagi setiap pengendara. Keselamatan merupakan suatu kebutuhan bagi semua orang. Pelanggaran merupakan kesalahan dan melanggar hukum yang beralaku di Indonesia. Terkadang ketika kita melakukan pelanggaran lalu lintas kita tidak mengetahui pasal-pasal hukum yang berlaku di Indonesia sehingga terkadang justru menambah pelanggaran lagi yaitu terjadinya tindakan penyuapan kepada aparat penegak hukum. Oleh karena itu sahabat Andi Rent Car, berikut ini kami sharingkan jika Anda secara tidak sengaja maupun sengaja melakukan pelanggaran lalu lintas agar mengerti aturan main hukum yang berlaku di Indonesia. Berikut ini daftar denda pelanggaran lalu lintas berdasarkan UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009.

1. Setiap orang mengakibatkan gangguan pada: Fungsi rambu lalu lintas, Marka Jalan, Alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Pasal 275 ayat (1) pasal 28 ayat (2) Denda: Rp 250.000.

2. Setiap pengguna jalan tidak mematui perintah yang diberikan petugas Polri sebagaimana dimaksud dalam pasal 104 ayat(3), yaitu dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas wajib untuk: berhenti, jalan terus, mempercepat, memperlambat, dan atau mengalihkan arus kendaraan. Pasal 282 Pasal 104 ayat (3) Denda: Rp 250.000.

3. Setiap Pengemudi (Pengemudi Semua Jenis Ranmor):
a. Tidak bawa SIM, tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi yang sah Pasal 288 ayat (2) Pasal 106 ayat (5) hrf b. Denda: Rp 250.000.
b. Tidak memiliki SIM Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi Pasal 281 Pasal 77 ayat (1) Denda: Rp 1.000.000.
c. STNK / STCK tidak sah Kendaraan Bermotor tidak dilengkapi dengan STNK atau STCK yang ditetapkan oleh Polri. Pasal 288 ayat (1) jo Psl 106 ayat (5) huruf a. Denda: Rp 500.000.
d. TNKB tidak sah Kendaraan Bermotor tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Polri. Pasal 280 jo pasal 68 ayat (1) Denda: Rp 500.000.
e. Perlengkapan yang dapat membahayakan keselamatan. Kendaraan bermotor dijalan dipasangi perlengkapan yang dapat menganggu keselamatan berlalu lintas antara lain; Bumper tanduk dan lampu menyilaukan. Pasal 279 jo Pasal 58 Denda: Rp 500.000.
f. Sabuk keselamatan. Tidak mengenakan Sabuk Keselamatan Pasal 289 jo Pasal 106 Ayat (6) Denda: Rp 250.000.
g. Lampu utama malam hari tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu. Pasal 293 ayat (1) jo pasal 107 ayat (1) Denda: Rp 250.000.
h. Cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain Melanggar aturan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain Pasal 287 ayat (6) jo pasal 106 (4) huruf h Denda: Rp 250.000.
i. Ranmor tanpa rumah-rumah selain sepeda motor mengemudikan kendaraan yang tidak dilengkapi dengan rumah–rumah, tidak mengenakan sabuk keselamatan dan tidak mengenakan Helm. Pasal 290 jo Pasal 106 (7). Denda: Rp 250.000.
j. Gerakan lalu lintas melanggar aturan gerakan lalu litas atau tata cara berhenti dan parkir Pasal 287 ayat (3) jo pasal 106 ayat (4) e. Denda: Rp 250.000.
k. Kecepatan maksimum dan minimum melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah pasal 287 ayat(5) jo pasal 106 ayat (4) huruf (g) atau pasal 115 hrf (a) Denda: Rp 500.000.
l. Membelok atau berbalik arah tidak memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan saat akan membelok atau berbalik arah. Pasal 294 jo pasal 112 (1). Denda: Rp 250.000.
m. Berpindah lajur atau bergerak ke samping Tidak memberikan isyarat saat akan berpindah lajur atau bergerak kesamping. Pasal 295 jo pasal 112 ayat (2) Denda: Rp 250.000.
n. Melanggar rambu atau marka. Melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka pasal 287 ayat(1) jo pasal 106(4) hrf (a) dan pasal 106 ayat(4) hrf (b) Denda: Rp 500.000.
o. Melanggar Apill ( TL ) melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan degan alat pemberi isyarat lalu lintas. Pasal 287 ayat (2) jo pasal 106(4) huruf (c) Denda: Rp 500.000.
p. Mengemudi tidak wajar melakukan kegiatan lain saat mengemudi, dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan Pasal 283 jo pasal 106 (1). Denda: Rp 750.000.
q. Diperlintasan kereta api mengemudikan kendaran bermotor pada perlintasan antara kereta api dan Jalan, tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, Palang Pintu Kereta Api sudah mulai ditutup, dan / atau ada isyarat lain. Pasal 296 jo pasal 114 huruf (a) Denda: Rp 750.000.
r. Berhenti dalam keadaan darurat. Tidak memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan. Pasal 298 jo pasal 121 ayat (1) Denda: Rp 500.000.
s. Hak utama kendaraan tertentu tidak memberi prioritas jalan bagi kendaraan bermotor memiliki hak utama yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dan / atau yang dikawal oleh petugas Polri. a. Kend Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan tugas b. Ambulan yang mengangkut orang sakit ; c.Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan Lalu lintas; d. Kendaraan Pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia; e. Kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga internasional yang menjadi tamu Negara; f. Iring – iringan Pengantar Jenazah; dan g. Konvoi dan / atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian RI. Pasal 287 ayat (4) jo Pasal 59 dan pasal 106 (4) huruf (f) jo Pasal 134 dan pasal 135. Denda: Rp 250.000.
t. Hak pejalan kaki atau pesepeda tidak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda Pasal 284 jo 106 ayat (2). Denda: Rp 500.000.